Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kehilangan salah satu pejabat strategisnya. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania, meninggal dunia pada Rabu sore, 4 November 2026.
Kabar duka itu dikonfirmasi Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko. Penyebab wafatnya tidak disebutkan dalam sumber-sumber yang diperiksa untuk artikel ini, dan tidak perlu dispekulasikan.
Informasi yang terkonfirmasi
Menurut konfirmasi Pemprov DKI yang dikutip sejumlah media, jenazah Atika sempat berada di RSUD Tarakan untuk penanganan awal, sebelum dibawa ke rumah duka di wilayah Jakarta Timur. Pemakaman direncanakan berlangsung pada Kamis, 5 November 2026, di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur, dengan waktu pelaksanaan yang masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari keluarga.
Sebelum memimpin Bappeda, Atika pernah menjabat Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta sejak Agustus 2018 hingga September 2022. Di masa itu, ia dikenal lewat program-program layanan digital Pemprov DKI, termasuk superapp Jakarta Kini (JAKI).
Apa artinya bagi Pemprov DKI
Bappeda bukan dinas biasa: ia adalah dapur perencanaan pembangunan daerah, tempat arah anggaran dan program Jakarta dirumuskan. Kepergian kepala badan di tengah berjalanannya roda pemerintahan karena itu bukan sekadar kabar duka personalia, melainkan juga soal kesinambungan perencanaan.
Sampai artikel ini ditulis, sumber-sumber yang diperiksa belum mengumumkan siapa pelaksana tugas atau pengganti definitif Atika. Pertanyaan yang wajar untuk ditunggu jawabannya adalah bagaimana Pemprov DKI memastikan agenda perencanaan tetap berjalan tanpa jeda — dan itu adalah keputusan resmi gubernur dan Sekretaris Daerah, bukan sesuatu yang bisa disimpulkan dari kabar duka ini.
Yang pasti, untuk hari ini, Jakarta kehilangan seorang perencana dan birokrat digital yang jejaknya masih dipakai warga setiap hari lewat layanan-layanan yang pernah ia pimpin.