Ombudsman RI menekankan pentingnya objektivitas dan netralitas dalam penilaian Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Perluasan Skala, Replikasi, dan Orientasi Global (KIPP PRO) Tematik 2026. Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Ombudsman RI Rahmadi Indra Tektona, menurut laporan Antara seperti dikutip newshive.id.
Penyampaian hasil sidang pleno Tim Panel Independen KIPP PRO 2026 berlangsung di Jakarta pada Rabu (4/11/2026), menurut laporan yang sama.
Apa yang Ditekankan Ombudsman
Menurut laporan Antara seperti dikutip newshive.id, Rahmadi mengatakan penilaian yang objektif dan netral penting untuk menjaga kredibilitas kompetisi serta menjawab kebutuhan masyarakat.
Laporan itu juga menyebut Rahmadi mendorong penyederhanaan prosedur pelayanan publik agar masyarakat memperoleh layanan dengan lebih mudah, cepat, dan efisien, serta mengapresiasi Kementerian PANRB atas upaya mendorong aparatur sipil negara menghadirkan inovasi pelayanan publik.
KIPP PRO Diselenggarakan Kementerian PANRB
Perlu dibedakan: KIPP PRO merupakan transformasi dari Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), menurut laporan yang sama. Ombudsman berperan melalui panel independen dan komentar wakil ketuanya soal netralitas penilaian, bukan sebagai penyelenggara kompetisi.
KIPP PRO 2026 mengusung tema “Pelayanan Inklusif pada Fase Kelahiran”, menurut laporan itu.
Yang Belum Diketahui dari Laporan Ini
Laporan yang dikutip tidak menyebut pemenang, skor, atau hasil penilaian spesifik dari sidang pleno tersebut, sehingga artikel ini tidak mengklaim hasil apa pun. Teks asli laporan Antara belum terverifikasi langsung; yang dibuka dan diverifikasi adalah ringkasan newshive.id yang mengutip laporan Antara.