Polri meninjau kesiapan pelabuhan di Banten dan Lampung pada Kamis, 5 November 2026, menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Peninjauan dilakukan Asisten Utama Operasi (Astamaops) Kapolri Komjen Pol Roycke Harry Langie bersama Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Brigjen Pol Aries Syahbudin. Merak dan Bakauheni adalah penyeberangan utama Jawa–Sumatra. Setiap musim libur panjang, antrean kendaraan di dua pelabuhan ini menjadi ujian tahunan bagi Polri, ASDP, dan pemerintah daerah. Karena itu peninjauan dilakukan sejak awal November — masih ada waktu untuk memperbaiki sebelum arus mudik dan balik benar-benar datang.
Tiga pelabuhan di Banten, tiga titik di Bakauheni
Di wilayah hukum Polda Banten, rombongan memeriksa tiga pelabuhan: Pelabuhan Merak, Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ), dan Pelabuhan Pelindo Ciwandan. Pemeriksaan mencakup kesiapan pengamanan, pengaturan lalu lintas, sarana dan prasarana, serta fasilitas pendukung. Di Lampung, peninjauan berlanjut ke Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, dengan didampingi Kapolda Lampung Brigjen Pol Yustan Alpiani dan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama. Tiga lokasi diperiksa: Pelabuhan BBJ, terminal khusus PT Sumur Makmur Abadi, dan kawasan Wika Beton. Aspek yang diperiksa meliputi kesiapan administrasi, perlindungan, perlengkapan dan peralatan, hingga fasilitas pelayanan bagi masyarakat.
Apa yang masih harus dibenahi
Menurut Kakorlantas Polri Brigjen Pol Aries Syahbudin, secara umum fasilitas di ketiga lokasi di Bakauheni telah memenuhi standar. Namun masih diperlukan sejumlah penyempurnaan teknis, terutama pengaturan arus kendaraan yang keluar dan masuk kawasan pelabuhan. Ia juga menyampaikan bahwa evaluasi dua tahun terakhir menunjukkan perkembangan positif pada infrastruktur, antara lain terminal khusus PT Sumur Makmur Abadi yang dinilai sudah dapat mendukung sandar kapal jenis tertentu. Hasil peninjauan ini selanjutnya menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan rencana operasi pengamanan Nataru. Artinya, apa yang ditemukan di lapangan pekan ini akan menentukan pola rekayasa lalu lintas, penempatan personel, dan koordinasi dengan pemangku kepentingan saat libur Natal dan Tahun Baru tiba. Peninjauan dini adalah langkah yang tepat — tetapi bukan jaminan. Kelancaran Nataru nanti akan ditentukan oleh hal-hal yang belum terlihat hari ini: volume kendaraan yang sebenarnya, cuaca di Selat Sunda, dan kesiapan operator penyeberangan saat puncak arus. Yang bisa dinilai publik sekarang adalah keseriusan persiapan. Dan persiapan itu, setidaknya di atas kertas, sudah dimulai lebih awal dari biasanya.
Sumber: Antara; Bidhumas Polda Banten.